Kuliner

Sate, Gulai, dan Tongseng Kambing Jodoh yang Tak Dapat Dipisahkan

Anda suka sate, gulai dan tong seng kambing? Memang banyak yang menyukai makanan dari daging kambing ini. Tentunya, kalau ingin menikmati kedua atau bahkan ketiga jenis makanan itu sangat mudah kita dapatkan. Kita tidak perlu mencari tempat lain, biasanya penjual sate selalu menjual gulai dan tong seng juga juga. Asyik, ya.

Hidangan ini berasal dari saudagar Timur tengah yang datang ke tanah air kita,  pada abad ke-18 sampai 19. Selain menyebarkan agama, mereka juga membawa kuliner. Mereka menggemari daging kambing dan domba yang diolah menjadi makanan lezat dan enak. 
Kuliner itu ditularkan ke masyarakat tanah air. Makanan inilah yang akhirnya banyak disukai masyarakat Indonesia. Tentunya, dengan modifikasi sesuai dengan lidah orang Indonesia. Sate yang ada di tanah air saat ini merupakan inspirasi makanan shish kebab dari Timur Tengah. Namun, berbeda dari segi bumbu dan saus .
Seperti kita sering temui, penjual sate pasti menjual gulai dan tong seng juga. Mengapa ketiga makanan ini selalu ada dalam satu rumah makan? Ternyata, penjual melihat strategi dagang dari ketiga kuliner tersebut.
Penjual sate  memperhitungkan agar bahan yang ada semua habis digunakan, jadi tidak mubazir. Mengapa demikian? Ayo, coba kita telusuri. Dagingnya diolah menjadi sate. Tentunya, ada sisa jeroan dan bagian yang lain. Sayang, ya, kalau kita buang. Nah, sisa jeroan dan bagian yang lain bisa kita olah lagi menjadi makanan yang lain. Dengan bumbu khusus bisa diolah menjadi gulai yang lezat dan enak.
Setelah itu, masih ada yang bisa diolah lagi,  penjual memanfaatkan air rebusan kuah gulai. Rebusan air kuah gulai ini ditumis kembali dengan kol dan tetelan. Olahan ini biasa kita sebut dengan tong seng. Mengapa disebut tong seng? Oseng-oseng (tumis), kata seng diambil dari kata ini. ketika kita mengolah terdengar suara tong, maka muncullah kata”Tong seng”. Jadilah kuliner lezat dan enak yang bisa punya nilai jual yang tinggi.
Ternyata benar, penjual memanfaatkan seluruh bagian kambing secara maksimal menjadi 3 jenis macam makanan yaitu, sate, gulai dan tong seng. Karena semua bagian sate diolah secara maksimal maka tidak akan mubazir.
Di mana asalnya kuliner itu? Sampai saat ini, masyarakat percaya bahwa tong seng berasal dari Kecamatan Klego, Boyolali, Jawa Tengah. Awalnya masyarakat Klego mencari nafkah dengan cara bertani. Karena dengan bertani, masyarakat merasa masih kekurangan, mereka beralih profesi. Mereka beralih menjadi penjual, sate, gulai, dan tong seng. Mata pencaharian inilah yang membuat mereka meningkat dalam hal ekonomi. Akhirnya, sampai sekarang mereka tetap mempertahankan mata pencaharian ini.
Yang unik, di klego ada  monumen penjual dengan gerobak sate dan tong seng pikul. Masyarakat klego merasa bangga kuliner sate, gulai dan tong seng adalah kuliner yang berasal dari daerahnya.
Memang perlu juga melestarikan kuliner yang berasal dari daerah dan bisa menambah kaya macam kuliner dari Indonesia. Monumen yang sudah dibangun di klego bisa menunjukan kepada anak dan keturunannya bahwa makanan tersebut berasal dari daerah. Hal ini akan menjadikan anak turun bangga, daerahnya menjadi pioner makan yang mungkin saja nanti bisa mendunia.

Author

liesdiana.yudiawati@gmail.com

Comments

September 19, 2018 at 4:21 am

Mau tongsengnyaaa. Ya ampun di makassar susah banget dapetin tongseng yang rasa tongseng beneran. Huhuhu



September 19, 2018 at 5:49 am

sate, gulai, tongseng makanan kegemaran di rumah..
Bener banget Mbak, biar enggak mubazir akhirnya diolah..Dari memanfaatkan sisa bahan jadi masakan baru ya 🙂
Enak tenan pula:D



September 19, 2018 at 8:50 am

Waaah … saya suka semua itu, mbak. Sate, gule, dan tongseng. Ibu saya juga suka banget, tapi sayangnya tidak bisa makan terlalu banyak, takut tensinya naik hihihi





September 19, 2018 at 10:41 pm

Baru tahu asal-usulnya tongseng. Betewe saya belum pernah cobain tongseng deh Hiks



September 19, 2018 at 10:57 pm

Menurut aku makanan dari daging kambing itu masakan yang sulit dimasak. Paling susah buat ngeilangin bau kambingnya itu hahha



September 19, 2018 at 11:22 pm

Ini mah saya doyan banget, Mbak. Meskipun skrg mulai mengurangi karena tekanan darah sering tinggi dan kolesterol juga. Ah, tapi tetap saja ya, satu atau dua sendok nggak masalah hehehe



September 20, 2018 at 1:32 am

Makanan kesukaan Saya Semua tuch, Mba. Memang Semua bagian harus dimanfaatkan ya. Indonesia memang kaya kuliner ya.



September 20, 2018 at 1:44 am

Daging merah aku cuma mau bagian dagingnya aja Bun. Kulit dan teman-temannya buat yang lain aja hehe.



September 20, 2018 at 3:06 am

Duh aku doyan semuanya itu wkwk. Demen banget makaaaaa.



September 20, 2018 at 8:43 am

Aku jadi laper bacanya. Makanan kesukaan sekeluarga mba 🙂



September 20, 2018 at 2:57 pm

Ada nama klego juga ya kayak di tempatku juga klego banyak jualan sate,gule dan masakan berbahan kambing



September 21, 2018 at 1:59 am

IRT kudu kreatif ya mbak. Jangan sampai ada makanan yg mubazir. Liat foto satenya aku jadi ngences nih. Hihi.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *