Parenting

Hal yang Harus Dilakukan Orang tua Jika Sudah Membentak Anak

Sebagai manusia, orang tua tidak lepas dari kesalahan, termasuk dalam pola mengasuh anak. Seperti yang sudah dijelaskan yang lalu tentang dampak yang akan terjadi jika membentak anak.Artikel kali ini akan membahas hal-hal yang harus orang tua lakukan jika sudah membentak anak.

Membentak

Pola asuh orang tua saat ini, bisa saya berdasarkan pengalaman masa lalunya. Jika masa lalunya menyenangkan,pola asuh yang diterapkan ke anaknya akan berjalan dengan baik. Tapi sebaliknya, akan timbul masalah bagi perkembangan anak. Karena kepribadian dan cara berpikir anak merupakan cerminan dari yang dilakukan dan dikatakan orangtua. 

 Coba kita bayangkan ketika masih kecil, orang tua membentak. Kita  merasa takut, padahal menurut kita,kesalahan yang dilakukan suatu yang wajar. Kita tidak paham penyebabnya orangtua melakukan hal tersebut. Jadi, ini yang anak rasakan ketika orang tua membentak anak. Anak merasa tidak nyaman karena menganggap orang tua tidak suka dengannya. Tapi dari pandangan orang tua, bertujuan agar anak menjadi disiplin.

Perbedaan cara memandang masalah akan menimbulkan perselisihan yang tidak diharapkan. Untuk hal tersebut orang tua harus berusaha untuk memperbaiki diri dengan kesadaran penuh. Orang tua  mencari tahu tentang ilmu pengasuhan anak. 

 Bisa saja terjadi baik secara sengaja atau pun tidak,  orang tua menjadi kehilangan kesabaran. Kondisi ini membuat orang tua membentak anak. Padahal hubungan mereka harus bisa tetap menjaga kehangatan, oleh karena itu perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Mengatur Napas

 Kalau orang tua sudah terlanjur membentak anak, jangan berkata apa-apa. Usahakan untuk mengatur napas dengan cara menarik napas panjang sebanyak minimal tiga kali. Karena ketika emosi,tubuh akan tegang, napas menjadi pendek, otot menjadi tegang, jantung berdebar.  Dengan menarik napas napas dalam, tubuh jadi santai dan dapat berpikir jernih.

2. Menenangkan Diri

Menenangkan diri

 Ketika kondisi marah, jangan memaksakan untuk bicara. Perlu waktu untuk menenangkan diri agar ketegangan yang terjadi tidak berlarut-larut. Pergunakan jeda waktu dengan melakukan pekerjaan untuk mengalihkan ketegangan. Setelah kemarahan mereda, baru bisa mulai bicara lagi.

3. Mengakui Kesalahan 

Anak akan merasa kecewa karena mendengar bentakan, agar tidak berlarut-larut,orang tua tidak perlu malu untuk mengakui kesalahan kemudian minta maaf. Hal ini dilakukan saat kondisi sudah tenang. Jangan lupa menjelaskan alasan mengapa hal itu dilakukan  dan mengatakan bahwa orang tua sangat menyayangi dan mencintainya.

Usahakan dalam berbicara harus tenang tapi tegas. Selain itu, jangan menegur secara berlebihan. Kondisi ini dapat menjadi pelajaran bahwa ketika sudah melakukan kesalahan harus segera minta maaf. Pelajaran yang sangat berharga bagi anak yaitu dengan melalui contoh nyata. 

4. Cari Tempat yang Nyaman untuk Bicara

Bicara sambil duduk

Posisi yang nyaman untuk bicara adalah dalam posisi duduk bersama. Jangan menegur anak di depan umum, termasuk di depan saudara kandung. Karena ini akan menurunkan harga dirinya.

Cobalah untuk mengenali diri, dengan memahami kapan saat timbulnya emosi yang meledak-ledak, agar kejadian membentak anak tidak berulang kembali. Misalnya, emosi akan timbul saat kondisi lelah ketika baru pulang bekerja. Kondisi ini jangan dijadikan alasan untuk bisa memarahi anak. Jadi, dalam kondisi ini usaha jangan langsung menegur anak. Jika memang mendesak bisa minta pasangan kita untuk bisa menegur anak yang telah melakukan suatu yang tidak baik.

sumber gambar: pixabay

Author

liesdiana.yudiawati@gmail.com

Comments

Maret 13, 2019 at 10:11 am

Membentak dengan tujuan hanya marah tentu berbeda jika itu untuk tujuan mendisiplinkan. Itu kadang berbeda tipis pada kenyataan nya di lapangan ya bun



Maret 13, 2019 at 10:51 am

Jadi orangtua memang tidak mudah. Menurut kita engga apa bentak, ternyata membekas sangat dalam ke jiwa anak.
Perlu kesabaran ekstra deh…
Makasih sharingnya…



Maret 13, 2019 at 12:45 pm

Noted, Mbak…tidak membentak anak di depan umum bahkan saudara kandung, agar tidak meburunkan harga dirinya.
Terima kasih sudah mengingatkan yaa



Maret 14, 2019 at 2:02 am

Emang kalo abis dibentak itu sakitnya menohok bun. Kadang ga cukup dengan kata maaf padahal mungkin kondisi kitanya sedang lelah. Setuju bun lain kali kalo ngerasa mudah emosi lebih baik alihkan ke pasangan kita yah. Noted bun



Maret 14, 2019 at 3:17 am

Aku banget nih, masih suka lupa diri marah-marah di sembarang tempat. Biasanya kalau sudah berulang kali dinasihati masih melanggar juga, aku trus meledak, hiks. Emang sekarang ;agi belajar banget self control emosi. Semoga semakin baik dan bisa cooling down meskipun anak lagi beraksi super.



Maret 14, 2019 at 10:08 am

Emang ya Bun, jadi ortu itu harus lapang dada, punya stok sabar yang tiada tara. Mau meminta maaf pada anak tuh nggak mudah banget. Tapi harus dilakukan. Makasih sudah mengingatkan Bunda



Maret 14, 2019 at 10:22 am

Yg pasti stelah marah kepada anak2 saya akan minta maaf pada mereka. Saya gak ingin mereka menyimpan sakit hati karena pernah saya marahi



Maret 14, 2019 at 10:45 am

Ngeri ya, kalau orang tua tidak bisa mengendalikan emosinya. Kebanyakan anak-anak yang jadi korbannya. Padahal anak yang didik dengan kekerasan biasanya sifatnya juga menjadi keras dan cenderung kasar.

Sepertinya harus sering-sering istighfar, supaya gak terlalu emosian ya…hihihi



Maret 17, 2019 at 12:19 am

Ya ampun aku kudu belajar banyak gimana mengendalikan emosi, karena kadang suka kelepasan. Huhu. Biasanya aku minum air putih, lalu peluk anak. Ah makasih artikel ini keren mbak, 🙂



April 9, 2019 at 12:56 am

kaya kakak aku kalau abis marahin anaknya pasti minta maaf, hehe. karena dia nyesel juga marahin sampe anaknya nangis. tapi emang gitu sih seorang ibu, kadang gemes, kesel tapi juga sayang hehe. semoga kita bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak. Aamiin



April 9, 2019 at 2:07 am

Nah, di perkuliahan Bunsay IIP, aku sedang mempraktekan ini mbak..mengendalikan emosi dan melakukan komunikasi produktif dengan anak. Luar biasa perjuangan dalam mengendalikan emosi ini mbak..hiks



April 9, 2019 at 9:49 am

Membentak ini kadang emang gak bisa dihindari, secara refleks gitu bawaannya. Huhuhuh.
Thanks for sharing and remindernya ya Mbak, noted nih. Jadi Mamak emang harus banyak belajar 🙂



April 9, 2019 at 9:35 pm

Y Allah..sy sering membentak, pdhl udh nahan buat ga marah, 😭😭
Sudahnya pasti menyesal dan langsung minta maaf. Berasa jd ibu yg jahat😢😥



    liesdiana
    April 18, 2019 at 5:11 am

    Tdk ada ibu yg jahat. Msdnya ingin mengingatkan anak kl terlanjur membentak tdk ada salahnya minta maaf ke anak



Dewi
April 9, 2019 at 11:34 pm

Tanpa sadar sering banget ngebentak anak. Udahannya nyesel dan biasanya kalau sudah reda, saya peluk mereka dan minta maaf.



April 10, 2019 at 8:36 am

Tapi kebanyakan ortu untuk point yang mengakui kesalahan suka pada lewat begitu aja. Banyaknya ‘anak terus yang salah’ ortu yang benar. Hmm nampaknya oaradigma ini yanh harus dihilangkan. Benerkan yah mbak?



April 10, 2019 at 12:02 pm

Noted banget nih langkah-langkahnya mbak. Apalagi menahan emosi memang tidak mudah tapi moga saja saya nggak sampai membentak anak.



Ida Nurfitriana
April 10, 2019 at 2:15 pm

Kekhilafan membentak harus segera diklarifikasi ya Bun..supaya tidak berakibat fatal buat anak. Semoga kita sbg orangtua lebih pandai mengendalikan diri saat menghadapi anak. Aamiin



Erin
April 10, 2019 at 2:25 pm

Intinya harus sadar si ya mba kalau sudah bentak anak, jangan sampai terulang lagi.



April 10, 2019 at 2:51 pm

Terima kasih ilmunya mbak. Kadang saya juga masih begitu kalau sudah benar-benar marah, meski tahu itu tak boleh 🙂 Setelah itu biasanya anak akan minta maaf ke saya dan saya pun akan minta maaf ke dia sambil menjelaskan alasan marah saya.



April 10, 2019 at 3:06 pm

Membentak akan sulit dilupakan oleh memori anak. Walaupun ortu sdh minta maaf, pasti akan berbekas juga



April 12, 2019 at 2:13 am

Ya ampun mba, aku kalau tiba2 keceplosan gak kontrol, sesudahnya jadi nangis sendiri nyesel. Hiks. Abis itu aku minta maaf sama si kecil. Enggak tegaaa



April 13, 2019 at 3:40 pm

Aduh mbak Lies, ini yang paling saya takutkan..takut kalau nanti emosi mudah tak terkontrol dan sering bentak bentak anak. Jadi harus lakukan langkah langkah itu ya mbak. Sangat membantu untuk ibu newbie macam ini.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *