Parenting

Membentak Anak, Ini Dampaknya

Pernahkah Moms melihat anak yang pemalu, tidak percaya diri, gugup, takut ketika berada dalam lingkungan sosial? Bahkan ada orang tua yang memarahi anaknya di depan umum karena takut berhadapan dengan orang lain. Benarkah anak yang salah sehingga kita tega memarahi? Benarkan dengan membentak anak mempunyai dampak seperti di atas?

orang tua membentak anak

Coba kita telusuri penyebab anak mempunyai perilaku seperti di atas. Jangan langsung mengatakan anak yang salah. Sel otak anak-anak, masih terus tumbuh dan berkembang. Sehingga jika anak berada dalam lingkungan dengan pola asuh yang salah, dapat berdampak buruk pada perkembangan kejiwaan anak. Pola asuh tiap keluarga berbeda satu dengan lain. Salah satu pola asuh yang dapat mengganggu perkembangan kepribadian anak adalah orang tua sering membentak.

 Orang tua yang mempunyai kebiasaan mudah marah, cenderung akan bereaksi marah bahkan membentak ketika anak melakukan suatu yang tidak berkenan. Tanpa disadari jika perilaku tersebut sering dilakukan akan berdampak buruk terhadap anak.

1. Sel otak Anak Akan Rusak. 

otak manusia

Seperti telah dijelaskan di atas,miliaran sel otak anak masih terus tumbuh dan berkembang. Dengan membentak anak, sel otak rusak dan berakibat  menghambat perkembangan kognitif. Dengan demikian, mengganggu perkembangan kecerdasan anak.

 2. Hubungan Antara Orang tua dan Anak Menjadi Tidak Harmonis

hubungan orang tua dan anak tidak harmonis

Reaksi anak akan berbeda ketika orang tua membentak. Yang pasti, anak akan merasa tidak nyaman. Ada anak menyadari orang tuanya marah akibat dari perbuatannya. Tapi ada juga anak yang merasa kesal diperlakukan seperti itu, merasa orang tuanya tidak mencintai dan menyayangi lagi. Timbul rasa benci dan antipati terhadap orang tuanya dan berakibat hubungan menjadi tidak harmonis.

 3. Anak Menjadi Sulit Beradaptasi dengan Lingkungan

anak tidak dapat beradptasi dengan lingkungan

 Orang tua berharap anak bisa beradaptasi dengan lingkungan. Sehingga ketika anak diajak ke suatu tempat tidak cengeng, takut, gugup, malu, dan bisa berbaur dengan lingkungan yang dihadapi. Sebenarnya, perilaku tersebut merupakan hasil dari pola asuh orang tuanya. Anak yang sering mendengar bentakan orang tua  disertai kata yang menghina dan menyakitkan mengakibatkan hilangnya rasa percaya diri. Dia akan merasa hidup dalam kegelisahan yang akhirnya tidak mampu atau sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan.

 4. Anak menjadi Sulit Mengendalikan Emosi

anak tidak bisa mengendalikan emosi

 Orang tua yang selalu membentak anak akan meninggalkan memori yang buruk dalam diri anak. Hal ini bisa berdampak dalam pengendalian emosi. Emosi anak menjadi tidak stabil,  mempunyai perilaku sering meledak-ledak tanpa terkendali. Kondisi ini mengakibatkan akan dijauhi oleh temannya dan menjadi anak yang suka menyendiri.

5. Dampak Psikologis yang Buruk 

 Anak yang sering mendapat bentakan dari orang tua akan lebih rentan mengalami gangguan kejiwaan.Anak akan mudah depresi atau gangguan kecemasan. Anak akan menjadi agresif baik fisik maupun verbal dalam menyelesaikan masalah. Hal ini karena anak terbiasa mendengar tindakan agresif dengan bentuk bentakan. Jika sudah demikian, anak memerlukan terapi psikologis secara berkelanjutan.

 Sebagai orang tua, tidak mudah dalam menjalankan perannya. Orang tua harus super hati-hati dalam bertindak dan berkata-kata. Walaupun mungkin suatu saat kesabaran orang tua akan hilang menghadapi anak yang menurutnya tidak sesuai dengan keinginannya. Bentakan dengan suara yang keras, kadang masih tetap muncul disadari maupun tidak disadari. Yang orang tua lakukan atau katakan akan membentuk pola pikir anak. Komunikasi yang baik dengan anak bukan dengan membentak. Cobalah untuk bicara dari hati ke hati., jika tidak ingin anak mempunyai pribadi yang menyimpang berbeda dengan anak yang lainnya.

Author

liesdiana.yudiawati@gmail.com

Comments

Maret 11, 2019 at 9:40 am

Hmm … Akutu sedih kalo liat anak2 dimarahi orangtuanya. Coba aja bayangkan diri sendiri yang dimarahi/dibentak pasti kan tidak nyaman juga.



Maret 11, 2019 at 11:00 am

Bicara dari hati ke hati dan menghindari membentak
Terima kasih sudah diingatkan Mbak
Remaja saya di rumah mulai ngotot-an ini..duh, kekeuh kalau diingatkan susah. Kadang emosi jiwa ibunya jadinya Hiks



Maret 11, 2019 at 1:41 pm

Saya pernah menemukan anak yang seperti itu. Jadi tidak percaya diri, pemalu dan kurang berani mengambil sikap. Setelah diperhatikan ternyata sering dibentak oleh ibunya. Hiks…
PR banget sebagai orang tua ya, Mbak. Menjaga emosi saat berhadapan dengan anak.



Maret 11, 2019 at 11:01 pm

Hanya membentak aja tapi sebenernya banyak sekali membawa pengaruh negatih ya bun pada anak. Apalagi itu jadi membentuk karakter anak tidak baik ke depannya. Semoga kita bisa menjadi orang tua yang mampu mengendalikan diri kita ketika marah ya



Maret 12, 2019 at 12:27 am

Sering lihat tuh Mama marah²in anak depan umum. Bahkan memperbaiki cara bicara anak balita juga sambil dibentak. Duh sedih…Kebayang, bukan salah anak, masih celat kaan…



Maret 12, 2019 at 1:02 am

Menjadi orang tua yang baik memang tidak mudah. Tulisan ini mengingatkan kembali untuk selalu bisa bersabar menghadapi anak-anak.



Maret 12, 2019 at 4:35 am

Pengalaman saya kadang anak belum bisa membedakan membentak dan keras kepada mereka. Membentak adalah sesuatu yang mengagetkan dan mengejutkan. Tetapi beda kalau mereka dikeraskan dalam artian kedisiplinan penting sekali. Karena ketika mereka keluar rumah tidak siap dengan kekerasan suara



Maret 12, 2019 at 6:10 am

Betul Bun, membentak anak sama aja dengan mematikan karakter dan tumbuh kembangnya.



Maret 12, 2019 at 10:52 am

Suka sedih lihat anak yg dimarahi ortunya smpai nangis terguguk. Tp gitu deh klu anakku sendiri susah dikasoh tahu kdg jengkel juga. Meski tahan diri tdk membentak solusinya dgn memberitahu pelan-pelan. Ok mb noted infonya bermnfaat. Thx yaa…



Maret 12, 2019 at 11:28 am

Benar sekali artikel ini. Anak yg sering dibentak akan lebih agresif. Lalu gimana caranya agar ortu bisa mengendalikan emosi? Kalau udah dicoba tapi sulit, gimana caranya?



Maret 12, 2019 at 4:00 pm

Setuju nih mbak, aku termasuk orang yang ga kuat mendengar bentakan. Jadi waktu SD dulu aku pernah bikin kesalahan yang cukup besar, jadi karena emosi ibu membentakku di depan teman-temanku. Sampai hari ini suara bentakannya masih terngiang lho mbak, dan aku masih saja degdegan. Padahal kejadiannya udah 25 tahun yang lalu.



Maret 14, 2019 at 10:06 am

Bener banget, jadi harus bicara dari hati ke hati, ya, mbak 🙂
Ini harus dibiasakan sejak dini, supaya tidak kesulitan saat besarnya nanti 🙂



April 4, 2019 at 1:52 am

Well, saya termasuk korban, dan 90% artikel ini benar (setidaknya bagi saya).
Sekarang saya sudah besar, dan trauma itu masih ada.
Suka sedih kalau mendapati hal ini. Sedih terhadap anak yg jadi korban, sedih thd ortu yg barangkali punya gangguan dalam otaknya.



Dewiana
April 4, 2019 at 4:21 am

Benar juga mba, anak yang sering dibentak menjadi serba salah dan kurang percaya diri



April 8, 2019 at 4:28 am

Dulu saya gak paham akibat bentakan pada anak, memarahi anak didepan umum/teman2nya, karena sejak kecil saya biasa melihat dan juga merasakan hal yang demikian. Tapi setelah tau ilmunya saya berusaha sekali untuk tidak melakukannya pada anak2 saya, atau anak2 manapun, walopun pada kenyataannya saya susah sekali.



April 10, 2019 at 2:46 am

Bentakan pasti membekas menjadi trauma, sampai sekarang ada beberapa kejadian yang membekas jelas pada saya,,, kadang juga berpengaruh pada kehidupan.. Yah begitu lah mb



April 14, 2019 at 4:59 pm

Sedihh
Semoga bisa jd ortu yg baik



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *